Di Antara Halaman dan Kehidupan
Puisi tentang perjalanan mahasiswa mencari makna belajar, mengenali diri, dan tumbuh tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.
Di antara halaman yang mulai menguning,
aku mencari arti dari kata pulang.
Pada buku-buku yang tak pernah selesai kubaca,
kutemukan diriku yang diam-diam hilang.
Kampus menyimpan banyak suara,
tentang cita-cita, tentang masa depan,
tentang siapa yang paling cepat sampai,
dan siapa yang tertinggal dalam perjalanan.
Aku pernah ingin menjadi langit,
menampung segala harapan tanpa batas.
Namun, di tengah riuhnya dunia,
aku lupa bahwa manusia juga punya lelah.
Maka malam ini kubuka kembali buku,
bukan untuk mengejar angka di atas kertas,
melainkan untuk mendengar suara hati
yang lama tenggelam oleh tuntutan yang deras.
Barangkali belajar bukan sekadar menemukan jawaban,
bukan pula tentang siapa yang paling tahu.
Mungkin belajar adalah keberanian untuk bertanya,
dan kerendahan hati mengakui bahwa kita belum tentu.
Jika esok jalan masih terasa panjang,
biarlah langkah kecil tetap kuteruskan.
Sebab hidup bukan perlombaan menuju garis akhir,
melainkan perjalanan memahami arti keberadaan.
Dan di antara halaman dan kehidupan,
aku ingin tumbuh tanpa kehilangan rasa.
Menjadi manusia yang terus mencari makna,
tanpa lupa menjadi manusia bagi sesama.