JOHARIX: PLATFORM SMART HERITAGE BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MEREVITALISASI EKOSISTEM PERDAGANGAN DAN PARIWISATA PASAR JOHAR SEMARANG

Anisa TELKOM UNIVERSITY

Oleh Admin
46x dilihat
Bagikan
JOHARIX: PLATFORM SMART HERITAGE BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MEREVITALISASI EKOSISTEM PERDAGANGAN  DAN PARIWISATA PASAR JOHAR SEMARANG
Arsitektur Konseptual JOHARIX

 

Pasar tradisional merupakan fondasi perekonomian lokal sekaligus ruang interaksi sosial yang  merepresentasikan identitas suatu daerah [1]. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital,  keberadaan pasar tradisional menghadapi tantangan baru berupa perubahan perilaku konsumen  yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan transaksi berbasis teknologi [2][3].  Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company (e-Conomy SEA 2024), nilai  ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dan didominasi oleh sektor e commerce, mencerminkan semakin kuatnya pergeseran aktivitas perdagangan ke platform digital. 

Di Kota Semarang, Pasar Johar merupakan salah satu ikon perdagangan yang memiliki nilai  historis tinggi sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama puluhan tahun [4].  Setelah melalui proses revitalisasi pascakebakaran, Pemerintah Kota Semarang terus  mengembangkan kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan terpadu, termasuk melalui  pengembangan kawasan New PM untuk meningkatkan aktivitas ekonomi pedagang [5][6].  Antusiasme pedagang terhadap pengembangan tersebut juga cukup tinggi dengan lebih dari 900  pedagang mendaftar dan tingkat keterisian lapak mencapai lebih dari 80%. Namun, berbagai  laporan menunjukkan bahwa sebagian pedagang masih menghadapi penurunan jumlah pembeli  akibat perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin beralih ke perdagangan digital. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi fisik saja belum sepenuhnya mampu menjawab  tantangan baru yang dihadapi Pasar Johar. Dibutuhkan sebuah transformasi yang tidak hanya  memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem perdagangan yang adaptif terhadap  perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki. Oleh karena  itu, esai ini menawarkan JOHARIX (Johar Intelligent Experience), sebuah Platform Smart  Heritage Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan digitalisasi perdagangan,  pelestarian warisan budaya, serta analisis data untuk memperkuat daya saing Pasar Johar sebagai  destinasi perdagangan dan pariwisata unggulan di Kota Semarang.

Pasar Johar merupakan ikon perdagangan sekaligus cagar budaya di Kota Semarang yang telah  direvitalisasi pascakebakaran tahun 2015 [7]. Revitalisasi tersebut terus diperkuat melalui  pengembangan kawasan New PM (New Pasar Maling) sebagai upaya menghidupkan kembali  aktivitas perdagangan. Berdasarkan laporan ANTARA (2026), lebih dari 900 pedagang mendaftar  untuk menempati kawasan tersebut dengan tingkat keterisian lapak mencapai lebih dari 80%,  menunjukkan tingginya optimisme terhadap keberlanjutan Pasar Johar. 

Meski demikian, keberhasilan revitalisasi fisik belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan  era digital. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang didominasi sektor e-commerce (Google,  Temasek, & Bain & Company, 2024) telah mengubah perilaku konsumen menuju transaksi yang  lebih praktis dan berbasis platform daring. Akibatnya, pasar tradisional, termasuk Pasar Johar,  menghadapi penurunan daya tarik kunjungan karena belum mampu mengakomodasi kebutuhan  konsumen modern. 

Sejalan dengan itu, penelitian Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa keberhasilan  revitalisasi Pasar Johar tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh  kemampuan pedagang beradaptasi terhadap perubahan sistem perdagangan. Kondisi ini  menunjukkan bahwa tantangan utama Pasar Johar saat ini adalah membangun ekosistem  perdagangan yang mengintegrasikan digitalisasi, pelestarian budaya, dan pengelolaan berbasis  data. 

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis mengusulkan JOHARIX (Johar Intelligent  Experience): Platform Smart Heritage Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Merevitalisasi  Ekosistem Perdagangan dan Pariwisata Pasar Johar Semarang sebagai solusi yang  mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, digitalisasi perdagangan, pelestarian warisan  budaya, dan analitik data dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

JOHARIX dikembangkan sebagai Smart Heritage Platform yang mengintegrasikan empat layanan  utama melalui Artificial Intelligence (AI). Smart Market menyediakan katalog digital, pencarian  produk berbasis AI, navigasi kios, dan pembayaran QRIS untuk memudahkan aktivitas  perdagangan. Heritage QR memanfaatkan QR Code guna menyajikan informasi sejarah, arsitektur,  dan kisah pedagang sehingga memperkaya pengalaman wisata budaya. Smart Insight menghadirkan dashboard analitik yang menyajikan data kunjungan dan tren pasar sebagai dasar  pengambilan kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Sementara itu, Johar Connect 

menghubungkan pedagang, UMKM, pemerintah, dan wisatawan melalui promosi digital serta  informasi kegiatan sehingga membentuk ekosistem perdagangan dan pariwisata yang terintegrasi. 

Tabel 1. Permasalahan dan Solusi JOHARIX

Permasalahan 

Solusi JOHARIX 

Dampak

Pergeseran ke marketplace 

Smart Market berbasis AI 

Transaksi meningkat

Promosi UMKM terbatas 

AI Promotion & Digital  Catalog

Jangkauan pasar meluas

Informasi heritage minim

Heritage QR

Wisata edukatif

Pengelolaan belum berbasis  data

Smart Insight Dashboard 

Kebijakan berbasis data

Kolaborasi belum terintegrasi 

Johar Connect 

Ekosistem digital

Implementasi JOHARIX diharapkan mampu meningkatkan daya saing Pasar Johar melalui  digitalisasi perdagangan, pelestarian budaya, dan pengelolaan berbasis data. Bagi pedagang,  platform ini memperluas promosi dan potensi peningkatan omzet. Bagi pengunjung, JOHARIX  menghadirkan pengalaman belanja sekaligus wisata yang lebih interaktif. Sementara itu, Smart  Insight mendukung pemerintah dalam menyusun kebijakan pengelolaan pasar yang lebih adaptif  terhadap perkembangan ekonomi digital. 

Tabel 2. Roadmap Implementasi JOHARIX 

Tahap 

Program 

Output

I 

Digitalisasi pedagang & kios 

Database digital

II 

Smart Market, Heritage QR & QRIS 

Layanan digital

III 

AI Recommendation & Smart Insight 

Analitik pasar

IV 

Evaluasi & replikasi 

Smart Heritage Marketplace

Dengan demikian, JOHARIX merupakan model Smart Heritage Marketplace yang  mengintegrasikan perdagangan, pelestarian budaya, dan tata kelola berbasis data dalam satu  ekosistem. Melalui kolaborasi pemerintah, pengelola pasar, UMKM, dan masyarakat, JOHARIX  diharapkan mampu memperkuat daya saing Pasar Johar sekaligus menjadi model revitalisasi pasar  tradisional yang berkelanjutan. 


Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan pasar tradisional di  era ekonomi modern. Melalui JOHARIX, Pasar Johar tidak hanya didorong untuk beradaptasi

dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memperkuat identitasnya sebagai kawasan  perdagangan dan warisan budaya Kota Semarang. Integrasi Artificial Intelligence (AI), digitalisasi  perdagangan, dan pelestarian heritage menjadikan JOHARIX sebagai solusi yang inovatif, adaptif,  dan berkelanjutan. Dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pelaku  UMKM, akademisi, dan masyarakat, JOHARIX diharapkan mampu menjadi model transformasi  Smart Heritage Marketplace yang dapat direplikasi pada pasar tradisional lainnya dalam  mewujudkan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA 

[1] J. J. Yang and S. C. Ahn, “The Effects of Attitude, Subjective Norm, and Behavioral  Intention on Perceived Values in Traditional Marketplaces,” J. Distrib. Sci., vol. 18, no. 10,  pp. 25–38, 2020, doi: 10.15722/jds.18.10.202010.25. 

[2] F. Kurniasari, E. D. Lestari, and H. Tannady, “Pursuing Long-Term Business Performance:  Investigating the Effects of Financial and Technological Factors on Digital Adoption to  Leverage SME Performance and Business Sustainability—Evidence from Indonesian  SMEs in the Traditional Market,” Sustain., vol. 15, no. 16, Aug. 2023, doi:  10.3390/su151612668. 

[3] H. Suyatna, K. A. Kafaa, M. F. Budiono, R. S. M. Firdaus, and I. A. Wibowo, “Digitalising  Traditional Markets: Challenges and Opportunities for Micro, Small, and Medium  Enterprises (MSMEs) in Indonesia,” J. Ilmu Sos. dan Ilmu Polit., vol. 29, no. 3, pp. 265– 277, Mar. 2026, doi: 10.22146/jsp.104248. 

[4] “Pasar Johar Semarang, Pusat Perbelanjaan Penuh Sejarah.” Accessed: Aug. 05, 2026.  [Online]. Available: https://warakngendog.com/landmark/pasar-johar-semarang/ 

[5] M. Kiswari, N. Yuliastuti, and B. Sudarwanto, “The Image of the New Johar Market – Aloon-Aloon District, Semarang,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1218, no. 1,  2023, doi: 10.1088/1755-1315/1218/1/012001. 

[6] I. Pratiwi, S. R. Sari, A. B. Sardjonoi, and Sukawi, “The Implementation of Sustainable  Traditional Markets at Southern Johar Building of Semarang,” E3S Web Conf., vol. 674,  Dec. 2025, doi: 10.1051/e3sconf/202567405005. 

[7] “Revitalisasi Pasar Johar Semarang | PDF.” Accessed: Aug. 05, 2026. [Online]. Available:  https://id.scribd.com/document/654119338/KONSERVASI-PASAR-JOHAR SEMARANG

 

Profil Penulis 

Anisa merupakan mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Komputer, Fakultas Ilmu Terapan,  Telkom University. Penulis memiliki minat pada bidang Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), dan pengembangan solusi digital berbasis teknologi. Selama masa perkuliahan, penulis aktif  dalam kegiatan penelitian, organisasi, dan kompetisi ilmiah. Hingga saat ini, penulis telah berhasil  meraih prestasi pada puluhan kompetisi ilmiah tingkat nasional serta menjadi penulis pada  publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Melalui karya ilmiah, penulis  berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 


Esai & Opini Terkait