PBAK UIN Walisongo 2026 Sambut 4.623 Mahasiswa Baru

Teguhkan Tradisi Akademik untuk Kemanusiaan dan Peradaban

Oleh Admin
32x dilihat
Bagikan
PBAK UIN Walisongo 2026 Sambut 4.623 Mahasiswa Baru
GENWA FUHUM 2026

 

SEMARANG — Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 pada 18–20 Agustus 2026. Mengusung tema “Merajut Tradisi Akademik untuk Kemanusiaan dan Peradaban”, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi 4.623 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi, memahami budaya akademik, serta mempersiapkan diri dalam perjalanan intelektual di dunia kampus. 

Mahasiswa baru yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan mancanegara tersebut disambut sebagai bagian dari keluarga besar UIN Walisongo Semarang. Dalam pembukaan yang berlangsung di Lapangan Utama Kampus, Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengajak mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi diri, memperluas jejaring, serta memanfaatkan kesempatan belajar selama menempuh pendidikan tinggi. 

PBAK tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga ruang pengenalan nilai, tradisi, dan tanggung jawab akademik. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai layanan universitas, wawasan kemahasiswaan, serta isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan kampus. Rangkaian kegiatan juga mencakup kuliah umum, pengenalan fakultas dan program studi, serta pengenalan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa sebagai ruang pengembangan kapasitas di luar perkuliahan. 

Pada tingkat fakultas, PBAK menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem perkuliahan, struktur kelembagaan, karakter keilmuan, dan kehidupan organisasi di lingkungan masing-masing. Bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), pengenalan ini menjadi langkah awal untuk memahami lingkungan akademik yang mempertemukan beragam disiplin ilmu dalam kajian keislaman, pemikiran, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pengenalan kehidupan kampus. Organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas dan pengembangan minat, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, kolaborasi, advokasi, dan pengabdian. Melalui organisasi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan sekaligus terlibat dalam merespons berbagai persoalan sosial.

Selain penguatan akademik dan kemahasiswaan, PBAK 2026 turut memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Tagline “Go Green” menjadi bagian dari upaya mendorong budaya kampus yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa baru juga memperoleh pembekalan mengenai literasi keuangan, layanan perpustakaan, serta pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. 

Rangkaian PBAK berlangsung selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan tingkat universitas dan pembekalan umum. Hari kedua difokuskan pada pengenalan fakultas dan program studi, sedangkan hari ketiga menghadirkan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa, orasi ilmiah, serta rangkaian penutupan. Susunan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran awal mengenai kehidupan akademik sekaligus berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia bagi mahasiswa. 

Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu menempatkan diri sebagai bagian aktif dari komunitas akademik. Kehidupan perguruan tinggi tidak hanya menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, keterbukaan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab dalam menggunakan pengetahuan untuk menjawab persoalan masyarakat.

Bagi keluarga besar FUHUM, momentum ini menjadi awal perjalanan mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan mengembangkan kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan. Semangat yang dibawa melalui tema PBAK diharapkan dapat tumbuh dalam aktivitas perkuliahan, ruang diskusi, kegiatan organisasi, hingga keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat.

PBAK 2026 pun menjadi pengingat bahwa kampus bukan semata-mata tempat memperoleh gelar akademik. Kampus merupakan ruang pembentukan karakter, pertukaran gagasan, dan pengembangan tanggung jawab sosial. Melalui tradisi akademik yang terus dirawat, mahasiswa diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan berkontribusi bagi peradaban.


Berita Terkait