Lima DEMA Fakultas Ushuluddin Se-PTKIN Bertemu dalam Ushuluddin Connection 2026 di UIN Walisongo

Ushuluddin Connection 2026; Study Komparatif & Diskusi Humanity Forum

Oleh Admin
11x dilihat
Bagikan
Lima DEMA Fakultas Ushuluddin Se-PTKIN Bertemu dalam Ushuluddin Connection 2026 di UIN Walisongo
Foto Bersama 5 DEMA Ushuluddin

Semarang, 12–13 Juni 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang menjadi tuan rumah kegiatan Ushuluddin Connection 2026, yang mempertemukan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dari UIN Walisongo Semarang, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sunan Kudus. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Q Kampus 2 UIN Walisongo Semarang ini menjadi ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring antarmahasiswa Ushuluddin se-PTKIN.

 

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Dr. Hj. Sri Purwaningsih, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan mahasiswa Ushuluddin dari berbagai perguruan tinggi.

 

“Selamat datang dan terima kasih kepada seluruh DEMA Fakultas Ushuluddin yang hadir. Semoga kegiatan ini mendatangkan keberkahan dan kebermanfaatan bagi kita semua. Jangan minder menjadi mahasiswa Ushuluddin, karena fakultas kita juga mampu mencetak orang-orang hebat yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Yusril, menegaskan bahwa Ushuluddin Connection merupakan upaya membangun persaudaraan sekaligus memperkuat dialektika pemikiran antar mahasiswa Ushuluddin.

 

“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan serta membangun dialektika gagasan yang bermanfaat bagi peradaban dan kemanusiaan. Dialog dan kolaborasi antar kampus perlu terus dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan Diskusi Kemahasiswaan bertema “Islam sebagai Romantisasi Kemiskinan” yang dipantik oleh Rivaldi dari Bidang Sosial Politik DEMA Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang. Diskusi tersebut mengangkat berbagai perspektif kritis mengenai relasi agama, kemiskinan, dan keadilan sosial dengan merujuk pada pemikiran Asghar Ali Engineer, Ali Syariati, dan Hasan Hanafi.

 

Melalui diskusi yang berlangsung aktif dan partisipatif, peserta mendiskusikan bagaimana ajaran agama kerap dipahami dalam konteks persoalan sosial yang kompleks. Forum menghasilkan kesimpulan bahwa persoalan romantisasi kemiskinan tidak terletak pada ajaran Islam itu sendiri, melainkan pada cara sebagian pihak menggunakan dan mengelola agama untuk kepentingan tertentu sehingga mengabaikan upaya-upaya transformasi sosial yang lebih substantif.

 

Selain kegiatan diskusi, peserta juga melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Ronggowarsito Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai sejarah, kebudayaan, dan perkembangan peradaban di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Peserta diajak mengenal berbagai koleksi museum yang mencerminkan perjalanan sejarah masyarakat dari masa prasejarah hingga masa modern, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika sosial dan budaya yang berkembang di wilayah pesisir utara Jawa.

 

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Studi Komparatif antar DEMA Fakultas Ushuluddin. Setiap delegasi mempresentasikan profil organisasi, program kerja unggulan, serta berbagai pengalaman dalam mengelola organisasi kemahasiswaan di kampus masing-masing. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa.

 

Diskusi menyoroti pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai wadah yang mampu menjangkau seluruh mahasiswa, tidak hanya mereka yang aktif berorganisasi. Organisasi mahasiswa diharapkan mampu menjadi sarana aspirasi, edukasi, dan advokasi sehingga mahasiswa lebih peduli terhadap berbagai isu akademik, sosial, dan kemasyarakatan yang berkembang di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan bidang masing-masing. Dalam forum ini, peserta saling berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi dalam menjalankan program kerja organisasi. Diskusi berlangsung secara interaktif dan menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi bahan pengembangan organisasi kemahasiswaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

 

Melalui Ushuluddin Connection 2026, diharapkan terjalin hubungan yang lebih erat antar DEMA Fakultas Ushuluddin se-PTKIN, sekaligus memperkuat kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam upaya menghadirkan organisasi mahasiswa yang progresif, responsif, dan bermanfaat bagi mahasiswa, masyarakat, serta perkembangan peradaban.

 

Banyu Lintang Bawono

Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Mahasiswa

DEMA Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang


Berita Terkait