Himpun 283 Esai dari 130+ Perguruan Tinggi, Sayembara Esai DEMA FUHUM 2026 Perluas Ruang Gagasan Mahasiswa tentang Kota Semarang

283 Esai dari 130+ Perguruan Tinggi, Sayembara Esai DEMA FUHUM 2026 Tuntaskan Proses Penjurian

Oleh Admin
15x dilihat
Bagikan
Himpun 283 Esai dari 130+ Perguruan Tinggi, Sayembara Esai DEMA FUHUM 2026 Perluas Ruang Gagasan Mahasiswa tentang Kota Semarang
Dokumentasi Penjurian yang Dilakukan oleh BRIDA Jawa Tengah

SEMARANG — Sayembara Esai Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (DEMA FUHUM) UIN Walisongo Semarang telah menuntaskan proses penjurian. Sebanyak 283 esai yang dihimpun dari 238 mahasiswa yang berasal dari lebih dari 130 perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperluas ruang diskusi intelektual mengenai berbagai persoalan di Kota Semarang.

Besarnya jumlah karya yang masuk menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan gagasan dan membaca dinamika perkotaan melalui beragam perspektif keilmuan. Setiap karya menghadirkan sudut pandang tersendiri dalam memahami persoalan kota, mulai dari kondisi lingkungan hingga berbagai dinamika sosial yang membentuk kehidupan masyarakat.

Dalam penyelenggaraannya, DEMA FUHUM UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan gagasan mahasiswa dengan ekosistem riset dan inovasi daerah, sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam membaca persoalan yang berkembang di masyarakat.

Proses penjurian dilaksanakan dengan mempertimbangkan besarnya jumlah karya yang terkumpul. Panitia bersama dewan juri memberikan tambahan waktu dari jadwal semula agar setiap esai dapat ditelaah secara cermat, objektif, dan bertanggung jawab. Keputusan tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menjaga kualitas dan integritas kompetisi.

Tuntasnya proses penjurian menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam Sayembara Esai Mahasiswa 2026. Lebih dari sekadar kompetisi untuk menentukan karya terbaik, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan tradisi menulis, mempertajam analisis, serta membangun kepekaan terhadap berbagai persoalan perkotaan.

Melalui sayembara ini, DEMA FUHUM berharap ruang intelektual mahasiswa dapat terus berkembang dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Partisipasi ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menjadi modal penting dalam membangun dialog lintas disiplin serta mendorong lahirnya gagasan yang relevan bagi masa depan Kota Semarang.

283 esai telah melalui proses penjurian. Dari ratusan gagasan yang terkumpul, karya-karya terpilih menjadi representasi dari ikhtiar mahasiswa dalam membaca kota dan merumuskan perubahan.


Berita Terkait